Kamis, 28 Agustus 2008

PujanggaEdan

"PujanggaEdan", 'gelar' ini saya peroleh ketika masih duduk di bangku kelas 2 SLTA, sekitar tahun 1999. Dulu, saya sekolah di SMK Negeri 1 Cirebon, jurusan Otomotif. Ketertarikan terhadap bahasa dan sastra sudah saya rasakan sejak duduk di bangku SD. Tak heran nilai 9 selalu menghiasi rapor saya selama sekolah. 'Pujangga' diberikan kepada saya karena keaktifan saya mengisi ruang mading sekolah dengan tulisan-tulisan yang saya buat. Sedangkan 'Edan', karena selera rasa humor saya yang tinggi, itu menurut teman-teman saya.

Minggu, 17 Agustus 2008

INOCHI

INOCHI, dalam bahasa Jepang berarti nyawa atau jiwa. Ya, karena di "INOCHI", kami, saya beserta 2 saudara saya dan anggota (karyawan, sahabat, donatur, rekanan) menyerahkan seluruh jiwa untuk kemajuan "INOCHI".

INOCHI, diawali dari sebuah rental komputer kecil, berdiri awal tahun 2002, dimana saya sebagai pengelolanya. Karena semangat yang dimiliki "orang-orang INOCHI" (begitulah kami memanggil komunitas kami), Alhamdulillah, sekarang INOCHI telah merambah ke berbagai bidang usaha. Sebut saja: penjualan PC, perbaikan PC dan instalasi PC dan jaringan (INOCHI Hardware), pemograman (INOCHI Software), pelatihan (INOCHI Education), perbaikan/reparasi ponsel (INOCHI Cell), dan warung internet (INOCHI Net).

Alhamdulillah nama INOCHI sekarang sudah mulai dikenal di wilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka), karena kreatifitas dan loyalitas orang-orang INOCHI. Orang-orang INOCHI selalu ditanamkan jiwa royal, tidak pernah pelit untuk berbagi pengetahuan. Tidak sedikit 'lulusan' INOCHI sekarang berhasil dalam berbagai bidang usaha, seperti: teknisi hardware PC dan ponsel, programmer, staf IT perusahaan atau intansi, hingga guru. Itu semua berkat kami (bukan saya, saudara saya, atau perorangan lainnya), melainkan rasa kebersamaan yang dimiliki orang-orang INOCHI.

INOCHI, satu dan tak bisa dipisahkan!

Sabtu, 16 Agustus 2008

Salam Kenal Saya

Saya dan masa kecil saya, hanya seorang pedagang asongan, yang mencoba memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pendidikan dengan jerih payah sendiri. Namun sangatlah benar adanya, bahwa Allah itu maha adil. Dari ketidakmampuan saya dalam hal ekonomi, seribu jalan Allah berikan dan Allah mudahkan. Alhamdulillah, Allah memberikan kecerdasan bagi saya dan kucuran beasiswa tak henti-hentinya mengalir selama saya sekolah hingga kuliah.

Tahun 2001, saya berhenti berdagang asongan, bukan karena malu, bukan karena gengsi kuliah. Karena 'orangtua ke dua' saya, Terminal Bus, tidak lagi memberi banyak 'uang jajan' buat saya. Sejak lalu lintas bus dialihkan ke jalan berbea.

Saya, baru mengenal komputer tahun 2001 yang lalu. Karena ketertarikan kepada sebuah benda kecil yang dapat menyimpan data hasil pengetikan, yang belakangan saya tahu kalau benda itu bernama disket.

Dari sana mulai ingin memperdalam komputerisasi. Pucuk dicinta, seorang teman saya mengajak untuk berkuliah komputer. Alhamdulillah, dengan tekad ingin menguasai, dan ingin bisa di atas yang lain, saya berhasil menambah kemampuan.

Tiada hari tanpa buku, dan tiada hari tanpa menyisipkan ballpoint di saku kemeja. Itulah keseharian saya. Saking demamnya membaca, akhirnya tercetus 'ide edan', ini lamunan saya:
"Waaah, kayanya keren, kalau nama saya bisa tercantum di bawah sebuah judul buku".

Dari 'ide gila' ini, saya banyak mendapat tanggapan yang menggoyahkan, tapi dengan segala keyakinan, dan emosi untuk membuktikan apa yang dikata tidak mungkin, saya mulai menuliskan sedikit demi sedikit 'ilham' yang saya dapat ke dalam komputer.

Empat bulan lamanya, akhirnya 'buku' saya selesaikan. Tinggal bagaimana mempublikasikannya? Waduh pusing juga, saya tidak punya kenalan atau ilmu sama sekali untuk urusan ini. Dengan modal nekat, saya lari ke internet mencari alamat penerbit. Dua nama penerbit saya kantongi, saya pun mengirimkan naskah ke penerbit pilihan pertama. Satu, dua minggu ditunggu, datanglah kabar dari penerbit. 'Buku' saya tidak memenuhi kriteria karena beberapa kekurangan. Sedih memang, tapi saya harus tetap berusaha.

Saya perbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Setelah dirasa cukup, akhirnya saya coba kirim kembali, tetapi tidak ke penerbit pertama tersebut, saya coba ke penerbit kedua. Satu, dua minggu, belum juga ada jawaban. Satu bulan, belum juga ada konfirmasi. Hingga akhirnya setengah bulan kemudian, pak Pos membawa kabar gembira bahwa 'buku' saya lulus seleksi.

Betapa ini kejadian yang sungguh diluar nalar, bagi saya. "Benarkah ini?" beberapa kali saya bertanya dan berfikir ulang. Dua hari berselang, saya bersama teman saya pergi ke kota tempat penerbit buku tersebut, guna menyerahkan naskah dalam bentuk softcopy (hasil pengetikan).

Satu bulan kemudian, datang konfirmasi dari penerbit, bahwa 'buku' saya sudah beredar. Oh... mimpikah ini? Ingin rasanya saya menunjukan 'surat konfirmasi' tersebut kepada orang-orang yang dulu mengendurkan semangat saya.

Sampai saat ini, baru dua judul saja buku yang berhasil saya telurkan. Yah karena kesibukan yang saya terima sejak saya menjadi 'terkenal'.

Mengenal dunia pemograman dimulai sejak tahun ke dua saya kuliah. Debut pertama saya, membuat program pengolahan data sebuah perusahaan Multi Level Marketing di sebuah daerah di JawaBarat. Berat memang bila mengingat kejadian itu. Betapa tidak, saya yang baru satu tahun belajar komputer sudah harus membuat sebuah program yang sangat kompleks dan penuh dengan logika-matematika. Huh... Tapi Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikannya. Dari sana saya mulai yakin, bahwa saya mampu memprogram. Beberapa tawaran pembuatan program dari perusahaan dan intansi pun saya terima, bahkan dari mahasiwa yang sedang ber-TA atau ber-Skripsi ria.

Tahun 2007 lalu, saya menyatakan mundur dari dunia pemogramman, dan beralih ke dunia henpon. Saya menyewa sebuah tempat di sebuah swalayan untuk dijadikan tempat kerja saya. Raparasi (perbaikan) henpon, isi ringtone, cetak foto, merupakan pekerjaan saya sekarang.

Namun, jiwa pemograman saya ternyata tidak bisa hilang begitu saja. Dirasa terdapat beberapa program atau cara yang kurang praktis dalam kerjaan saya, saya coba pecahkan dengan membuat software sendiri.